Indonesia adalah salah satu negara yang masih
mengirimkan Buruh Migran Indonesia (BMI) di luar negeri. Kata Fayakhun Andriadi
suatu ketika. BMI atau yang sebelumnya dikenal dengan nama Tenaga Kerja
Indonesia (TKI) tersebut merupakan salah satu penyumbang terbesar devisa negara.
Oleh karenanya, wajar jika julukan pahlawan devisa disematkan kepada mereka
yang rela meninggalkan tanah airnya yang memilih jadi “kuli” di negara orang
lain. Tiap tahunnya tak kurang ribuan orang yang pergi ke luar negeri untuk
bekerja di sana dan menghasilkan pundi-pundi devisa untuk negara.
Akan tetapi, meskipun mereka disebut sebagai
pahlawan devisa, kenyataan di lapangan yang mereka alami, tak sebaik dengan
julukannya. Banyak sekali para BMI yang mendapatkan masalah di tempat kerja.
Dari yang mulai mendapatkan kekerasan dari majikan, gaji tidak lancar dan
permasalahan-permasalahan lainnya. Dengan banyaknya keluhan
yang dialami oleh Buruh Migran Indonesia (BMI) diluar negeri, hal itu menandakan bahwa belum optimalnya hak
dasar berupa pelayanan dari Pemerintah kepada BMI.
Anggota Komisi I DPR RI Ir. Fayakhun Andriadi, M.Kom menilai dan menekankan seharusnya
peranan KBRI dan KJRI dalam memberikan pelayanan kepada pahlawan devisa lebih
ditingkatkan.
“Keluhan tentang masih
berbelitnya pengurusan surat-surat terkait BMI masih saja terdengar, ini
menandakan pelayanan maksimal belum
dirasakan oleh BMI,” jelas Wakil Sekretaris Fraksi Partai Golkar ini.
Fayakhun Andriadi menambahkan bahwa memang pemerintah telah berupaya memberikan pelayanan maksimal kepada para BMI,
namun saja keluhan dan pengalaman tidak menyenangkan tetap saja terdengar dari
para TKI.
“Disini peranan Kementerian Luar Negeri untuk memantau kinerja KBRI dan
KJRI dibutuhkan untuk lebih jeli lagi,” jelas anggota Komisi I yang membidangi
masalah luar negeri ini.
Begitu juga dengan palayanan ke Imigrasian, Fayakhun Andriadi berharap tingkat
keluhan dari para BMI dapat diturunkan, “beri kemudahan untuk layanan-layanan
ke imigrasian, juga lakukan pendataan ketenagakerjaan secara akurat,” terangnya.
Guna mendeteksi persoalan di lapangan, Fayakhun juga menyarankan agar
stakeholder terkait dengan BMI dapat memanfaatkan komunikasi menggunakan sosial
media, “Komunikasi yang ada di sosial media sebenarnya menjadi masukan yang
berharga bagi stakeholder terkait, tinggal bagaimana stakeholder ini berperan
aktif memantau dan menindaklanjuti keluhan-keluhan yang dialami oleh BMI,”
pungkas Politisi muda Partai Golkar ini.
Fayakhun Andriadi berharap ke depan, pemerintah
bisa memberikan kemudahan bagi para pahlawan devisa yang rela meninggalkan
tanah airnya dan bekerja di tanah orang demi keluarga dan negaranya.
“Jangan ada lagi cerita BMI yang dipersulit
administrasinya oleh pemerintah,” tandas Fayakhun Andriadi.
0 Response to "Fayakhun Andriadi Berharap Pemerintah Beri Kemudahan Bagi Pahlawan Devisa"
Posting Komentar