Fayakhun Andriadi: Definisi dan Perkembangan Internet


Fayakhun Andriadi, Ketua DPD Partai Golkar DKI Jakarta, adalah anak keempat dari 5 bersaudara pasangan Ir. Haditirto Djoyodirdjo dan Etty Artiadi. Fayakhun berasal dari keluarga pekerja keras. Di usia 23 tahun, ia mengabdikan diri sebagai dosen jurusan Elektro, Fakultas Teknik Universitas Semarang. Politisi muda yang sekarang menjadi anggota DPR RI ini semenjak kecil telah terbiasa berprestasi dan mengikuti berkembangan zaman. Selain sibuk di dunia politik, Fayakhun masih menyempatkan diri berbagi pemikiran melalui tulisan-tulisannya. Beberapa tulisannya membahas mengenai “teknologi” yang menjadi salah satu bidang keahliannya. Salah satunya adalah tulisannya mengenai internet.
Fayakhun Andriadi: Definisi dan Perkembangan Internet


Dalam salah satu bukunya yang berjudul “Demokrasi di Tangan Netizen”, Fayakhun Andriadi mendefinisikan internet sebagi kumpulan dari jaringan-jaringan yang menghubungkan komputer-komputer dan server secara bersama-sama. Secara lebih terperinci, Federal Networking Council Amerika Serikat mejelaskan bahwa internet mengacu kepada sistem informasi global yang: pertama, secara logis terhubung bersama-sama dengan ruang alamat global unik yang berbasis pada protokol internet (IP) atau perpanjangan subsekuensinya; kedua, mampu menyokong informasi dengan protokol kontrol transmisi/protocol internet (TCP/IP) atau perpanjangan subsekuensinya, dan/ atau  protokol IP kompatibel lainnya; ketiga, menyediakan, menggunakan, atau menghubungkan, baik secara publik atau pribadi, layanan tingkat tinggi yang melapisi komunikasi dan infrastruktur terkait. (J. Dovey, et al: 2009)


Pada tahun 1990,  fayakhun andriadi kehadiran internet diikuti dengan terciptanya World Wide Web (WWW). Sebuah organisasi berisi ilmuwan fisika kelas dunia bernama Centre Europeen en Recherche Nucleaire (CERN) memprakarsainya. Anggota organisasi ini berasal dari seluruh dunia. CERN memiliki laboratorium yang sangat besar. Terletak di perbatasan Swiss dan Perancis. Fisikawan melakukan risetnya di sana. Namun muncul sedikit kendala. Mereka tidak bisa menghabiskan waktu di laboratorium. mereka harus pulang dan melanjutkan penelitiannya di negara mereka masing-masing. Yang kemudian menjadi permasalahan adalah data penelitian mereka dikompilasi secara manual. Akses kepada data juga manual. Sementara jumlah data semakin hari semakin melambung. Di sisi lain, setelah seorang peneliti pulang ke negaranya, ia tak lagi bisa mengakses data yang berada di laboratorium kecuali mereka mau kembali ke CERN. Karena CERN adalah central masa depan inovasi sains dunia, kendala penyimpanan data yang dihadapinya dianggap representasi dari kendala yang akan dihadapi dunia dalam waktu yang tidak akan lama dari saat itu.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Fayakhun Andriadi: Definisi dan Perkembangan Internet"

Posting Komentar